SPECIAL PERFORMANCE “JANGER KLASIK MELAMPAHAN PELIATAN, MONDAY, MAY 27 2019

BACKGROUND JANGER CLASSIC ACTIVITIES

Om Swastiastu,

At the initiative of Almighty Anak Agung Gde Gurah Mandera with gamelan figures namely I Made Lebah and Gusti Kompiang Pangkung, Janger Klasik in Peliatan has begun to develop around the 1920s which at first as folk art, developed later became the spectacle of the Kings in Bali, one of which was staged in the Kingdom Gianyar, where one of the Janger dancers named Anak Agung Sri was made by Sang Raja Anak Agung Gde Oka (father of Anak Agung Beratha, former regent of Gianyar). In the subsequent development of the Classic Janger Dance Peliatan was presented for the spectacle of tours beginning with a tour abroad for the first time in 1931 at EXPO PARIS and on the second visit in 1952 around Europe led by Alm. Anak Agung Gde Ngurah Mandera (a prominent figure from Peliatan art) and performed to welcome state guests such as Mrs. Indira Gandhi and Mrs. Fatmawati (wife of President Soekarno). The success of the Classic Peliatan Janger Dance developed until the 1980s where in 1985 it was staged at the Japanese National Theater which was witnessed directly by KAISAR TAKAMATSUNOMIYA NOBUHITO the younger brother of KAISAR SHOWA.

   

With the appointment of the Balerung Mandera Srinertya Waditra Peliatan Studio to stage the Peliatan Classic Janger in the 2019 XL PKB it was a challenge and an obligation for us to re-preserve the Classic Janger that was once famous.

In this cultivation we tried to dig up information to previous artists such as: I Gusti Ngurah Pangkung (in terms of music), Mrs. Candri Singapadu, Ni Made Sueni was one of the Janger dancers from Teges Peliatan (in terms of vocals and forgiveness) because Janger Peliatan had already there is a red thread (connection) with the development of Janger in Singapadu Village who always collaborate. One of the figures from Singapadu, such as Cokorda Oka Muglen and Mr. Kredek.

Considering our very limited preparation time with coaching schedules from the Province of Bali, today we have not been able to stage this Peliatan Classic Janger in full, and hopefully in the trial on May 26, 2019 we will be able to perform as a whole both in terms of tetabuhan (gegendingan) accompaniment, movement and dance, music, costume, and plays with the title “ARJUNA TAPA”.

As an expression of gratitude, we congratulate you and ask for guidance so that we as the next generation can preserve the Peliatan Classic Janger Art which is Adi Luhung.

LATAR BELAKANG JANGER KLASIK PELIATAN

Om Swastiastu,

Atas prakarsa Alm. Anak Agung Gde gurah Mandera dengan tokoh tabuh yaitu I Made Lebah dan Gusti Kompiang Pangkung, Janger Klasik di Peliatan sudah mulai berkembang sekitar tahun 1920-an yang pada awalnya sebagai kesenian rakyat, berkembang kemudian menjadi tontonan para Raja di Bali yang salah satunya dipentaskan di Kerajaan Gianyar yang mana salah satu penari Janger bernama Anak Agung Sri dipersunting oleh Sang Raja Anak Agung Gde Oka (ayah dari Anak Agung Beratha mantan Bupati Gianyar). Pada perkembangan selanjutnya Tari Janger Klasik Peliatan disuguhkan untuk tontonan wisata diawali lawatan keluar negeri pertama kali pada tahun 1931 di EXPO PARIS dan pada lawatan kedua tahun 1952 keliling Eropa dipimpin oleh Alm. Anak Agung Gde Ngurah Mandera (tokoh seni asal Peliatan) serta dipentaskan untuk menyambut tamu negara seperti Nyonya Indira Gandhi dan Ibu Fatmawati (istri Presiden Soekarno). Kesuksesan Tari Janger Klasik Peliatan berkembang sampai tahun 1980-an dimana pada tahun 1985 dipentaskan di National Theater  Jepang yang disaksikan langsung oleh KAISAR TAKAMATSUNOMIYA NOBUHITO adik dari KAISAR SHOWA.

Dengan ditunjuknya Sanggar Balerung Mandera Srinertya Waditra Peliatan untuk mementaskan kembali Janger Klasik Peliatan pada PKB XL 2019 merupakan suatu tantangan serta kewajiban bagi kami untuk melestarikan kembali Janger Klasik yang pernah Termasyur.

Dalam penggarapan ini kami mencoba menggali informasi kepada seniman terdahulu seperti: I Gusti Ngurah Pangkung (dari segi tabuh), Ibu Candri Singapadu, Ni Made Sueni merupakan salah satu penari Janger dari Teges Peliatan (dari segi vocal dan lelampahan) karena Janger Peliatan dari dahulu sudah ada benang merahnya (kaitan) dengan perkembangan Janger di Desa Singapadu yang selalu berkolaborasi. Salah satu tokoh janger asal Singapadu seperti Cokorda Oka Muglen dan Bp Kredek.

Mengingat waktu persiapan kami yang sangat terbatas dengan jadwal pembinaan dari Provinsi Bali, maka hari ini kami belum bisa mementaskan Janger Klasik Peliatan ini secara utuh, dan semoga pada uji coba tanggal 26 Mei 2019 kami sudah bisa mementaskan secara keseluruhan baik dari segi tetabuhan (gegendingan) iringan, tata gerak dan tari, gending, tata kostum, serta lakon dengan judul “ARJUNA TAPA”.

Sebagai ungkapan terima kasih, kami ucapkan selamat menyaksikan dan mohon pembinaannya agar kami sebagai generasi penerus bisa melestarikan Seni Janger Klasik Peliatan yang Adi Luhung.

Get the tickets now or contact your agent.
Our regular performances, starting from 7.30PM every Friday.
Copyright 2019 Balerung Bali. Designed and maintained by baliwebpro.com