LEGONG SEMARANDHANA DANCE

Dikisahkan bahwa pada suatu waktu, seorang raksasa bernama Nilaludraka, yang ingin menguasai dunia, sedang bertapa. Ketika Siwa turun ke dunia, dia terkesan dengan semangat Nilalaudraka dan menghadiahkannya semacam kekuatan dimana dia tidak bisa dikalahkan oleh dewa atau manusia kecuali penjelmaan Siwa yang berupa raksasa yang separuh binatang. Karena Nilaludraka  tidak pernah kalah, dia terus berperang sampai tidak ada lawan lagi di sorga atau di bumi. Semua dewa merasa kesal dan setelah berunding memutuskan mohon bantuan dari Siwa yang sedang bertapa di Gunung Himalaya. Akan tetapi, Siwa tidak bisa di dekati karena kalau meditasi diganggu, dia mampu menghancurkan semunya yang disekelilingnnya. Akhirnya Dewa – dewa memutuskan untuk minta bantuan dari anak Siwa, yaitu Semara. Oleh karena itu, Semara berangkat ke Gunung Himalaya sebagai utusan dewa untuk mengganggu meditasi Siwa. Meskipun Ratih tidak setuju dengan kepergian suminya, Semara tetap berangkat ke Gunung Himala. Akhirnya, Semara  berhasil mengganggu meditasi Siwa, dan sebagai akibatnya Semara dihancurkan oleh Siwa menjadi abu. Setelah Ratih mendengar berita duka tentang suminya, dia langsung ke sana, dan menjatuhkan diri ke dalam api yang masih menyala, akhirnya, ketika Siwa sadar tentang kematian Semara dan Ratih, dia menyesal, dan sebagai tanda menyesal, dia menaburkan abu Semara dan Ratih di seluruh dunia. Tindakan ini memberkati sema mahluk hidup di dunia untuk merasakan rasa cinta.

Didukung oleh cinta Semara dan Ratih, Istri Siwa, Parwati, melahirkan seorang anak separuh binatang yang memiliki kesaktian untuk mengalahkan Nilaludraka

                                                      

  

Get the tickets now or contact your agent.
Our regular performances, starting from 7.30PM every Friday.
Copyright 2019 Balerung Bali. Designed and maintained by baliwebpro.com